ELANG PURBAKALA

Penampakan terindah lukisan karya cipta alam.

SENJA KALA DEMOKRASI INDONESIA

Senja Kala Demokrasi pembalikan rezim demokratis, Hukum sebagai panglima menjadi Rezim Otoritarian Belah Bambu. Rezim Hoax dengan berbasis PHP untuk tetap menilai pada tingkat rating publisitas.

PPP Karya Menteri Hukum Dan HAM RI

Suatu kemustahilan seorang pembantu bertindak tanpa peran Si Tuan, siapakah sang Tuan bisa saja Dia, Anda, dan Mereka. Yakinlah apabila hak akan tetap hidup sebagai kebenaran sejati.

Our Brands

Brands produk Perusahaan PT. Dartinata Adibatara Sejahtera Group yang bergerak dibidang multi sektor kebutuhan masyarakat.

PEKERJAAN PERNAH

Peningkatan jalan Lintas Timur Duri dilanjutkan setelah sekian kali berganti sub kontraktor. Cerita panjang bekerja dengan salah satu BUMN sebagai Main Kontraktor.

Senin, 22 Juli 2013

Google Politik | Politik Google


Untukmu Google
Hanya ada dua hal yang tidak terbatas, alam semesta dan kebodohan. Dan saya tidak yakin tentang alam semesta.
Albert Einstein

Dunia internet siapa tidak kenal Google Search,  salah satu search engine terkenal, yang dimiliki Google Inc. Google search salah satu bagian dari Google Inc yang mengelola banyak produk dengan basis web dan gratis. Google sebagai perusahaan memang dibangun dengan dasar dari mesin penelusuran, kemampuan melakukan indentifikasi bahasa (code mesin=code manusia) untuk menyambungkan keinginan pengguna dengan mesin adalah terobosan spektakuler dijamannya. Perkembangan Google tidak hanya berbatas pada kemampuan identifikasi, Google bermutasi menjadi sebuah perusahan multinasioanal yang mendominasi keinginan pengguna internet. Terpenting dicatat oleh pembaca Google adalah perusahaan “memberikan apa yang paling anda butuhkan”, tetapi bukan perusahaan “memberikan apa yang anda inginkan”.
Kemampuan Google untuk memberikan apa yang paling anda butuhkan berkaitan dengan sejarah perjalanan berdirinya Google1. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin mengambil dasar dari mesin telurus BackRub,  yang kemudian dkembangkan dengan nama Google sebagai plesetan dari Googol2.  Dugaan penulis, kata Google bukan sekadar plesetan biasa tapi akronim dari tiga term googol library engine. Pembuktian sekarang dengan Google sebagai mesin pencari telah memenuhi misi pendiri sebagai mesin yang penyimpanan informasi tapi telah mencapai pengaturan lalu lintas informasi.  Kesimpulan dasar sekarang Google telah menembus sekedar misi nyata, Google menerobos ruang  dan waktu dengan kemampuan menyimpan dan mengatur lalu lintas informasi tanpa batas (googol=10100).  Sebagaimana penggunaan googol dalam matematika untuk membandingkan dengan subatomik, berkaitan dengan dasar bahasa mesin komputer adalah biner3.
Sekilas tentang Google diatas memberikan pijakan bagaimana prediksi kedepan GoogleTM, penguraian selanjutnya berkaitan dengan Google Politik | Politik Google.

Google Politik
Perusahaan Google tetap tidak terlepas dari misi utama pendiri berupaya untuk memenuhi segala kebutuhan yang di inginkan pengguna internet. Seperti telah di sampaikan diatas Google memberikan apa yang dibutuhkan tetapi kebutuhan yang diterobos hingga pada tingkat belum terpikirkan oleh pengguna internet. Terobosan masa depan memenuhi kebutuhan manusia yang menjadi citra dari Google bukan berarti mimpi tanpa beralasan namun suatu prediksi bahwa manusia akan menuju pada pada tingkat tersebut. Pada saat tiba tingkat kebutuhan manusia, Google telah mempersiapkan, sehingga manusia hanya mempunyai pilihan berintegrasi dan beradaptasi dengan penawaran Google atau memilih jalan berbeda yang berbayar dan mengembangkan kembali.
Google Politik mencerminkan masa depan yang dibutuhkan dan gratis, merupakan pondasi yang tidak akan terbantahkan menjadikan kedepan dunia lebih dekat tanpa pembatas wilayah dan jarak. Penyimpanan atas informasi dan pengaturan informasi tanpa batas menjadikan Google politik lebih tajam serta mumpuni. Segala informasi ini menjadi dasar analisa bagaimana kedepan akan kehendak dari manusia. Perilaku manusia yang menuju tingkat ingin serba mudah dan nyaman menjadikan hilangnya batasan wilayah dan jarak. Dunia telah berada pada genggaman, dengan memiliki smartphone telah tergenggamlah dunia. Dunia terkini telah berada pada sekekilas  pandangan yang telah diterobos oleh gadget Google glass4.
Cara pandang Google yang konsisten terhadap misi menjadikan misi lambat laun sebagai pisau analisisa menuju gerbang masa depan guna pemenuhan kebutuhan manusia, citra perusahaan dapat saja mengklaim mengagungkan kemanusia. Beralasan bila menelaah lebih dalam kinerja Google dengan project-project pengembangan yang banyak menampung manusia cerdas untuk menyalurkan daya pikir serta imajinasi mereka untuk perbaikan manusia khususnya dan bumi pada umumnya. Google dengan beberapa orang melakukan riset-riset masa depan, mengadakan lomba ilmiah dan pendanaan bagi siapa pun yang memiliki potensi. Google politik mestinya menjadi cerminan kedepan bumi lebih baik, tanpa ada pembatas wilayah dan jarak, lebih tinggi lagi bebas nilai suku, agama, ras, warna kulit dan pandangan politik.   
Cerabut diri dari dunia maya membawa pikiran menuju relitas kehidupan maka terejakulasi pemikiran terhadap negara, mempertanyakan keberadaan negara dan sistem kekuasaan. Berbanding terbalik antara realitas dengan dunia Google, manusia dengan kekuasaan menuju pada perusakan, penghancuran dan pemusnahan peradaban. Penguasa negara kokoh berada pada cara pandang akan penguasaan wilayah, rakyat dan sumber daya alam. Bersembunyi di balik topeng nasionalisme, idealisme dan patriotisme, dalam kenyataan masih saja mengorbankan rakyat. Negara-negara barbar berlomba-lomba saling mendominasi. Persaingan antar negara membawa dunia politik semakin menjerumuskan manusia hingga titik terendah, menjadi anti dari memanusiakan manusia, perlombaan kepemilikan senjata pemusnah massal, pembunuhan diberbagai jalanan dan pencurian informasi tanpa hak seperti publikasi perilaku National Security Agency (NSA)5.  Situasi dunia perpolitikan terupdate menuju pembenaran bahwa politik adalah tangan-tangan berdarah, terjadi penghisapan dan keterasingan6 (marxisme). Tindakan tersebut sekadar menjaga eksistensi kekuasaan sekelompok orang bukan untuk kepentingan umum.
Kenyataan dunia politik seperti diatas, apakah manusia harus takut kemudian berlari atau bila perlu menghilang? Menjadi keyakinan bahwa semestinya bangun menghadapi dengan bercermin dari Google Poltik, bahwa masih ada dunia lain sebagai jalan perjuangan memanusia manusia, menjaga akan terusnya peradaban manusia. Melakukan hijrah pemikiran dengan berbagi demi kebaikan dengan bebas nilai mempertahankan eksistensi manusia.

Politik Google
Penyatuan dunia manusia kedalam sistem informasi tidak segampang membalikan telapak tangan, perjuangan panjang penuh liku pasti dihadapi pendiri Google. Bagaimana terbangunnya para motivator seperti manusia super lebih mengerti dan para konsultan perusahaan telah banyak berkeliaran, mereka itu lebih tahu cara membangun perusahaan walaupun mereka belum tentu memiliki perusahaan atau kebenaran bahwa motivator memotivator dirinya sendiri. Politik Google disini adalah cara pandang Google menembus sekat yang terbangun kokoh oleh pemain utama piranti keras dan piranti lunak yang saat itu sangat populer adalah windows. Berupaya Menyibak pemisah, berlari menerobos dalam kegelapan dan mengindar dari cengkraman dominasi piranti lunak seperti Windows dan Macintosh Apple.
Racikan adonan taktik dan strategi dengan kemampuan khusus pendiri yang membesarkan Google. Racikan penting adalah berlandas dari cita-cita pendiri di ramu dengan gratis dan open source. Ramuan tersebut menarik siapapun yang anti atas kartel software yang sering kali barlaku curang. Kesadaran keterbatasan membuat pendiri Google membalik keterbatasan menjadi kekuatan, disinilah kehebatan pendiri. Situasi dunia internet mulai dipenuhi dengan gerakan anti berbayar, melahirkan banyak paksi seperti hacker, cracker ataupun carding. Mereka berdasarkan tingkat kemampuan menjadi paksi tersebut, pada kenyataan fasih pada sistem operasi linux. Sistem para pengagung code, seiring waktu dengan perputaran percepatan dimana teknologi berkembang mengikuti piranti lunak lahir lisensi terbuka adalah GNU. Google dengan situasi seperti tersebut terbantu melopompati jurang pemisah atara penggguna dengan pembuat piranti lunak kecil seperti Google saat itu. Adanya keterkaitan dengan sistem operasi saat itu mulai bangkit membesar adalah Mozila sebagai pilihan utama menjauh dari Windows IE. Beberapa situasi pertentangan diatas memberikan Google kemudahan memperoleh permodalan (Sun;
Sequoia Capital dan Kleiner Perkins; John Doerr dan Michael Moritz)7 dan perluasan jaringan.       
Perkembangan Politik Google melejit disamping karena situasi, trend bahwa piranti lunak sebagai motor kemajuan yang membawa perangkat keras. Kemampuan beradaptasi perangkat keras untuk mendukung  piranti lunak hingga Goonol, istilah dasar Google kembali terbukti berkuasa menjadi tujuan siapapun di dunia internet untuk menerobos tanpa batas.
Google terus melakukan perkembangan dengan memperkenalkan produk-produk baru dan mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang dapat melengkapi, memiliki potensi banyak diperggunakan serta negara-negara yang welcome dengan memberikan domain. Perjalanan politik memajukan Google tidak selalu berhasil membumingkan produk-produk gratisan mereka. Ada 10 produk Google di tidak mencapai sukses pemenuhan kebutuhan pengguna seperti Google Lively, Jaiku, Google Buzz, Knol, wiki dan search wiki, Google Video, Google Wave, Google Notebook, Dodge Ball8. Semua kegagalan tersebut terbayar dengan makin meledaknya Android, seperti pendahulunya Google Search siapa tidak kenal mesin pencari Google dan saat kini kalimat tersebut di sematkan pada Android. Keberhasilan Google tidak terlepas oleh kemajuan industri strategis USA seperti NASA dan militer USA, kontribusi bisa saja imbal balik secara langsung maupun tidak langsung, seperti project penyimpanan data Nasa, Google Maps dan Google glass bukan hal baru sebenarnya adalah teknologi militer USA pada operasi gurun. Kemampuan Google untuk menambahkan fitur menjadi gadget memenuhi kebutuhan manusia yang terjangkau secara finansial dan kecanggihan, Indonesia disini berperan serta sebagai pasar dan perilaku konsumen dengan harga murah tetapi canggih. Politik Google perlu dicermati dalam perkembangan pertarungan samsung sebagai perangkat keras Android dengan Apple yang ekslusif dengan Ipad dan Iphone. Kembali konsep Piranti lunak sebagai pemacu kemajuan perangkat keras didukung gratis menjadi pemenang pasar.
Ekses pertarungan-pertarungan yang membesarkan Google, politik lama adalah seni sebagaimana tertuang dalam manuskrip sun tzu (art of war). Situasi kebetulan atau terencana menguntungkan Google tersebut, hanya bagian kesuksesan semua karena kebesaran jiwa pendiri yang masih konsisten dengan politik Google sebagai alat menggapai cita-cita awal.             

Google Politik | Politik Google memprediksi terobosan kedepan Google, prediksi sebagai asumsi kedepan merupakan project sangat ambisius Google menyangkut diluar bumi, penjelajahan angkasa dan ruang angkasa berkaitan dengan server data serta teleportasi.


Sumber :
1.      Google, tentang sejarah perusahaan [1], [7]
2.      Wikipidia.org  [2], [3], [6]
3.      Tempo.co [4]
4.      Airdikit [5]
5.      Okejon.com [8]

By. Tan Airdikit

Sabtu, 20 Juli 2013

Andrea Hirata



Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung pada tanggal 24 Oktober 1982. Ia dikenal sebagai seorang penulis novel yang karyanya diangkat ke layar lebar teater musikal.

Andrea Hirata adalah lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan studi S1 di UI, pria yang kini masih bekerja di kantor pusat PT Telkom ini mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.

Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cumlaude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah.

Pada tahun 1997, Andrea Hirata resmi menjadi pegawai PT Telkom. Niatnya untuk menuliskan pengabdian sang inspiratornya kembali membuncah manakala dia menjadi relawan untuk korban tsunami di Aceh. Ketika dia melihat rumah, sekolah, dan berbagai bangunan yang ambruk, memorinya akan masa kecilnya dan tentu saja, Bu Mus memantapkan hatinya untuk menuliskan perjuangan guru tercintanya itu ke dalam sebuah karya sastra. Kemudian,  Andrea Hirata berhasil membuat novel Laskar Pelangi hanya dalam waktu tiga minggu.

Namanya makin melejit seiring kesuksesan novel pertamanya, LASKAR PELANGI. Novel tersebut kemudian jadi best seller. Selain LASKAR PELANGI, ia juga menulis SANG PEMIMPI dan EDENSOR, serta MARYAMAH KARPOV. Keempat novel tersebut tergabung dalam tetralogi.




Walaupun sebenarnya Andrea Hirata tidak berniat untuk mempublikasikan novel atau mengirimkannya pada penerbit, Laskar pelangi tetap sampai pada penerbit. Begitu banyak penghargaan yang Andrea Hirata terima. Beberapa di antaranya adalah penghargaan dari Khatulistiwa Literaly Award (KLA) pada tahun 2007, Aisyiyah Award, Paramadina Award, Netpac Critics Award, dan lain sebagainya.

Sukses dengan novel tetralogi, Andrea merambah dunia film. Novelnya yang pertama, telah diangkat ke layar lebar, dengan judul sama, LASKAR PELANGI pada 2008. Dengan menggandeng Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser, film ini menjadi film yang paling fenomenal di 2008. Dan jelang akhir tahun 2009, Andrea bersama Miles Films dan Mizan Production kembali merilis sekuelnya, SANG PEMIMPI.

PENDIDIKAN
1.      S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia;
2.      S2 Universite de Paris Sorbonne (Perancis);
3.      Sheffield Hallam University (Inggris).

KARIR
1.      Novelis;
2.      Staf PT. Telkom.

PENGHARGAAN
1.      Khatulistiwa Literaly Award (KLA), 2007;
2.      Aisyiyah Award;
3.      Paramadina Award;
4.      Netpac Critics Award.



Sumber : Merdeka.com
Editor : Tan Airdikit


Quraish Shihab

Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA lahir di Rappang Sulawesi Selatan, pada 16 Pebruari 1944. Pendidikan dasarnya diselesaikan di Ujungpandang, kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Malang sambil “nyantri” di Pondok Pesantren Darul-Hadis al-Faqihiyyah. Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Abdurrahman Syihab (1905-1986) adalah lulusan Jami’atul Khair Jakarta, sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang mengendapankan gagasan Islam modern. Ayahnya ini, selain guru besar dalam bidang tafsir, juga pernah menduduki jabatan Rektor IAIN Alauddin dan tercatat sebagai salah seorang pendiri Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Ujungpandang.

Sejak kecil, M. Quraish Shihab telah menjalani pergumulan dan kecintaan terhadap al-Quran. Pada umur 6-7 tahun, oleh ayahnya ia harus mengikuti pengajian al-Quran yang diadakan ayahnya sendiri. Pada waktu itu, selain menyuruh membaca al-Quran, ayahnya juga menguraikan secara sepintas kisah-kisah dalam al-Quran. Di sinilah M. Quraish Shihab, benih-benih kecintaannya kepada al-Quran mulai tumbuh. Pada tahun 1958, ia berangkat ke Kairo, Mesir, atas bantuan beasiswa dari Pemerintah Daerah Sulawesi (waktu itu wilayah Sulawesi belum dibagi: Sulawesi Utara dan Selatan). Ia diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Sembilan tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1967, ia meraih gelar Lc (S-1) pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis Universitas al-Azhar. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di fakultas yang sama, dan pada tahun 1969 ia meraih gelar MA untuk sepesialisasi bidang Tafsir al-Quran dengan judul tesis al-I’jāz al-Tasyrī’iy li al-Qur’ān al-Karīm. Sekembalinya ke Ujungpandang, M. Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang. Selain itu, ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam kampus, seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur), maupun di luar kampus, seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujungpandang ini, ia sempat melakukan pelbagai penelitian, antara lain: penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf di Sulawesi Selatan” (1978).

Pada tahun 1980, M. Quraish Shihab kembali ke Kairo untuk melanjutkan pendidikannya di almamaternya yang lama, Universitas al-Azhar. Pada tahun 1982, dengan dissertasi berjudul Nizm al-Durar li al-Biqā’iy, Tahqīq wa Dirāsah, ia berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu-ilmu Alquran dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtāz ma’a martabāt al-syaraf al-awlā). Ia menjadi orang pertama di Asia Tenggara yang meraih gelar doktor dalam ilmu-ilmu Alquran di Universitas al-Azhar.
Sekembalinya di Indonesia, sejak tahun 1984, M. Quraish Shihab ditugas-kan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, ia juga dipercaya untuk menduduki pelbagai jabatan, antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984), Anggota Lajnah Pentashih al-Quran Departemen Agama (sejak 1989). Ia juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional, antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah, pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indenesia (ICMI), serta pernah menjabat Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII tahun 1998, sebelum Soeharto tumbang pada 21 Mei 1998 oleh gerakan reformasi yang diusung oleh para mahasiswa.

Di sela-sela berbagai kesibukannya, ia masih sempat terlibat dalam pelbagai kegiatan ilmiah di dalam maupun di luar negeri, dan aktif dalam kegiatan tulis menulis. Beberapa buku yang telah dihasilkannya ialah; Tafsir al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujungpandang: IAIN Alauddin, 1984), Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama: Untagma, 1988), Membumikan Al-Qur’an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehdiupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1992), Lintera Hati Kisah dan Hikmah Ke-hidupan (Bandung: Mizan, 1994), Wawasan al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1996), Hidangan Ilahi Ayat-ayat Tahlil (Jakarta: Lentera Hati, 1997), Yang Tersembunyi (Jakarta: Lentera Hati, 1999), Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2000) dan beberapa buku yang lain. Yang tidak kalah pentingnya, M. Quraish Shihab juga aktif dalam kegiatan tulis menulis di Surat Kabar Pelita, pada setiap hari Rabu. Dia menulis dalam rublik “Pelita Hati”. Dia juga mengasuh rubrik “Tafsir al-Amanah”. Selain itu, di ajuga tercatat sebagai redaksi Majalah “Ulumul Qur’an” dan “Mimbar Ulama”, keduanya terbit di Jakarta. 

Editor : Tan Airdikit 

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com