ELANG PURBAKALA
Penampakan terindah lukisan karya cipta alam.
SENJA KALA DEMOKRASI INDONESIA
Senja Kala Demokrasi pembalikan rezim demokratis, Hukum sebagai panglima menjadi Rezim Otoritarian Belah Bambu. Rezim Hoax dengan berbasis PHP untuk tetap menilai pada tingkat rating publisitas.
PPP Karya Menteri Hukum Dan HAM RI
Suatu kemustahilan seorang pembantu bertindak tanpa peran Si Tuan, siapakah sang Tuan bisa saja Dia, Anda, dan Mereka. Yakinlah apabila hak akan tetap hidup sebagai kebenaran sejati.
Our Brands
Brands produk Perusahaan PT. Dartinata Adibatara Sejahtera Group yang bergerak dibidang multi sektor kebutuhan masyarakat.
PEKERJAAN PERNAH
Peningkatan jalan Lintas Timur Duri dilanjutkan setelah sekian kali berganti sub kontraktor. Cerita panjang bekerja dengan salah satu BUMN sebagai Main Kontraktor.
Tampilkan postingan dengan label Update Unlabel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update Unlabel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 April 2014
Senin, 01 Juli 2013
NSA "Saatnya Disadarkan"
Membaca dan mencermati apa yang dilansir beberapa media tentang terungkapnya pekerjaan usil National Security Agency (NSA) yang melakukan penyadapan sangat merugikan dan mengangkangi hak dasar manusia. Apalagi pemilik lembaga ini adalah negara yang sangat gembar gembor tentang kemerdekaan hak asasi.
Kenyataan pekerjaan usil NSA ini tidak mungkin tanpa diketahui oleh USA 1, permainan mengangkangi ini sangat mengganggu kehidupan dunia, bukan saja USA karena penyadapan dilakukan padasembilan server milik perusahaan teknologi terkenal di AS seperti Google, Apple, Microsoft, Yahoo, dan Facebook.
Di dunia ini siapa yang tidak menggunakan server tersebut, bukan hanya warga negara Amerika tapi seluruh warga dunia dibelahan bumi mana yang tidak mengunakan Paman Google atau si gaul Facebook? hanya manusia dalam kubur saja yang belum menggunakan itu, mungkin yang akan datang akan juga sign up.
Berdasarkan perkerjaan usil NSA ini tidak ada yang dapat menjadi alasan bagi NSA untuk membenarkan tindakan penyadapan ini, kecuali NSA mengakatakan "Benar kami lembaga ingin segala tahu manusia di dunia ini", "Benar kami lembaga dengan dokumen penyadapan dapat mencari kambing hitam untuk memperbesar anggaran lembaga kami".
Seruan kepada seluruh Hacker, Cracker dan siapa saja yang peduli akan perlindungan hak-hak kita maka lakukan tindakan terhadap NSA. Saudara-saudara tahu apa yang dapat dilakukan....!
By. Tan Airdikit
Kenyataan pekerjaan usil NSA ini tidak mungkin tanpa diketahui oleh USA 1, permainan mengangkangi ini sangat mengganggu kehidupan dunia, bukan saja USA karena penyadapan dilakukan padasembilan server milik perusahaan teknologi terkenal di AS seperti Google, Apple, Microsoft, Yahoo, dan Facebook.
Di dunia ini siapa yang tidak menggunakan server tersebut, bukan hanya warga negara Amerika tapi seluruh warga dunia dibelahan bumi mana yang tidak mengunakan Paman Google atau si gaul Facebook? hanya manusia dalam kubur saja yang belum menggunakan itu, mungkin yang akan datang akan juga sign up.
Berdasarkan perkerjaan usil NSA ini tidak ada yang dapat menjadi alasan bagi NSA untuk membenarkan tindakan penyadapan ini, kecuali NSA mengakatakan "Benar kami lembaga ingin segala tahu manusia di dunia ini", "Benar kami lembaga dengan dokumen penyadapan dapat mencari kambing hitam untuk memperbesar anggaran lembaga kami".
Seruan kepada seluruh Hacker, Cracker dan siapa saja yang peduli akan perlindungan hak-hak kita maka lakukan tindakan terhadap NSA. Saudara-saudara tahu apa yang dapat dilakukan....!
By. Tan Airdikit
Sekilas Airdikit: NSA TERLALU (Sumber: Liputan 6.com)
Sekilas Sumber 1
Liputan6.com, Washington : Episode mengenai penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat melalui National Security Agency (NSA) terus berlanjut. Tapi kali ini kisahnya tak menyorot tentang pelarian Edward Snowden, eks asisten teknis di Badan Intelijen AS (CIA) dan NSA yang membocorkan upaya penyadapan tersebut. Fakta baru tentang penyadapan ini kembali terkuak dengan empat slide dari dokumen yang mengungkap informasi baru yang mengejutkan.
Dilansir dari laman Washington Post yang Liputan6.com kutip Minggu (30/6/2013), terdapat empat slide baru mengenai program penyadapan bernama PRISM. Seperti yang dibocorkan Snowden sebelumnya, PRISM merupakan program pengawasan yang dilakukan NSA dan FBI dengan memantau aktivitas online warga AS. Caranya, dengan memanfaatkan sembilan server milik perusahaan teknologi terkenal di AS seperti Google, Apple, Microsoft, Yahoo, dan Facebook.
Liputan6.com, Washington : Episode mengenai penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat melalui National Security Agency (NSA) terus berlanjut. Tapi kali ini kisahnya tak menyorot tentang pelarian Edward Snowden, eks asisten teknis di Badan Intelijen AS (CIA) dan NSA yang membocorkan upaya penyadapan tersebut. Fakta baru tentang penyadapan ini kembali terkuak dengan empat slide dari dokumen yang mengungkap informasi baru yang mengejutkan.
Dilansir dari laman Washington Post yang Liputan6.com kutip Minggu (30/6/2013), terdapat empat slide baru mengenai program penyadapan bernama PRISM. Seperti yang dibocorkan Snowden sebelumnya, PRISM merupakan program pengawasan yang dilakukan NSA dan FBI dengan memantau aktivitas online warga AS. Caranya, dengan memanfaatkan sembilan server milik perusahaan teknologi terkenal di AS seperti Google, Apple, Microsoft, Yahoo, dan Facebook.













