Perhelatan politik Indonesia akan sangat menarik, dimana pertarungan elite memperebutkan kursi RI 1 adalah tarung bebas. Berakhirnya periode rezim SBY yang telah memimpin dua periode secara konstitusi tidak mengikuti perhelatan kembali. Tidak adanya incumbent akan sangat menarik, tanpa ada kendali terhadap mesin-mesin negara.
Mesin-mesin negara yang akan diperebutkan adalah :
1. TNI;
2. POLRI;
3. Departemen yang Dekonsentarsi; dan
4. BUMN
Keempat mesin diatas mempunyai kekuatan masing-masing dengan audien mempunyai irisan-irisan yang berbeda. Perebutan RI 1 akan sangat menarik dan penuh dengan intrik politik, tidak heran akan terjadi saling tikam.
Diluar mesin-mesin negera ada penguasaan atas media cetak dan elektronik sebagai pembangun citra setiap petarung, media adalah jalan memudahkan untuk meningkatkan populeritas petarung. Komunikasi politik melalui media tersebut akan sangat mudah dilakukan dengan para pemilih . Membangun issu, mempertahankan issu dan menutup issu sangat dipengaruhi oleh media. Masyarakat Indonesia yang sudah sangat tergantung dengan media elektronik jadi sangat mudah untuk dipengaruhi. Persoalan utama dalam penguasaan media elektronik untuk kampanye terselubung, terbuka atau kampanye dagelan oleh setiap petarung sangat mahal sekali.
Bagaimana nasib partai politik akan menjadi kendaraan untuk membawa sang petarung memenuhi persyaratan sebagai calon presiden (Capres). Harus menjadi perhatian bahwa Capres akan habis-habisan oleh partai, mereka akan tarik biaya besar-besaran baik capres yang pimpinan partai, apalagi capres hanya pinjam atau sewa partai untuk kendaraan.
Prediksi yang akan menjadi petarung RI 1 adalah :
1. Aburizal Bakrie (Partai Golkar);
2. Wiranto-Hary T (Partai Hanura);
3. Dahlan Iskan (Menteri BUMN);
4. M. Jusuf Kalla;
5. Surya Paloh (Partai Nasdem);
6. Sutiyoso (PKPI); dan
7. Hatta Radjasa (PAN)
8. Prabowo (Partai Gerindra)
Mesin-mesin negara yang akan diperebutkan adalah :
1. TNI;
2. POLRI;
3. Departemen yang Dekonsentarsi; dan
4. BUMN
Keempat mesin diatas mempunyai kekuatan masing-masing dengan audien mempunyai irisan-irisan yang berbeda. Perebutan RI 1 akan sangat menarik dan penuh dengan intrik politik, tidak heran akan terjadi saling tikam.
Diluar mesin-mesin negera ada penguasaan atas media cetak dan elektronik sebagai pembangun citra setiap petarung, media adalah jalan memudahkan untuk meningkatkan populeritas petarung. Komunikasi politik melalui media tersebut akan sangat mudah dilakukan dengan para pemilih . Membangun issu, mempertahankan issu dan menutup issu sangat dipengaruhi oleh media. Masyarakat Indonesia yang sudah sangat tergantung dengan media elektronik jadi sangat mudah untuk dipengaruhi. Persoalan utama dalam penguasaan media elektronik untuk kampanye terselubung, terbuka atau kampanye dagelan oleh setiap petarung sangat mahal sekali.
Bagaimana nasib partai politik akan menjadi kendaraan untuk membawa sang petarung memenuhi persyaratan sebagai calon presiden (Capres). Harus menjadi perhatian bahwa Capres akan habis-habisan oleh partai, mereka akan tarik biaya besar-besaran baik capres yang pimpinan partai, apalagi capres hanya pinjam atau sewa partai untuk kendaraan.
Prediksi yang akan menjadi petarung RI 1 adalah :
1. Aburizal Bakrie (Partai Golkar);
2. Wiranto-Hary T (Partai Hanura);
3. Dahlan Iskan (Menteri BUMN);
4. M. Jusuf Kalla;
5. Surya Paloh (Partai Nasdem);
6. Sutiyoso (PKPI); dan
7. Hatta Radjasa (PAN)
8. Prabowo (Partai Gerindra)











